
Prasasti batu peninggalan Tarumanagara yang terletak di puncak Bukit Koleangkak, Desa Pasir Gintung, Kecamatan Leuwiliang. Pada bukit ini mengalir (sungai) Cikasungka. Prasasti inipun berukiran sepasang telapak kaki dan diberi keterangan berbentuk puisi dua baris :
"shriman data kertajnyo narapatir - asamo yah pura tarumayam nama shri purnnavarmma pracurarupucara fedyavikyatavammo tasyedam - padavimbadavyam arnagarotsadane nitya-dksham bhaktanam yangdripanam - bhavati sukhahakaram shalyabhutam ripunam".
Terjemahannya menurut Vogel :
"Yang termashur serta setia kepada tugasnya ialah raja yang tiada taranya bernama Sri Purnawarman yang memerintah Taruma serta baju perisainya tidak dapat ditembus oleh panah musuh-musuhnya; kepunyaannyalah kedua jejak telapak kaki ini, yang selalu berhasil menghancurkan benteng musuh, yang selalu menghadiahkan jamuan kehormatan (kepada mereka yang setia kepadanya), tetapi merupakan duri bagi musuh-musuhnya".
Contoh "Kre-sisik"(rompi penahan senjata) model kuno terbuat dari tanduk dibentuk seperti sisik, menyerupai trenggiling. Busana ini hanya dipakai Raja-Raja atau golongan elit saja:
http://www.blogger.com/img/blank.gif

sumber:
http://web.prm.ox.ac.uk/weapons/index.php/tour-by-region/oceania/asia/arms-and-armour-asia-79
PRAJURIT ABAD KE VII
menurut relief Candi Borobudur:

PRAJURIT ABAD KE VIII
menurut Wayang beber tentang kisah jaman kerajaan Kediri dan Jenggala:

Kesatria Kediri tanpa baju hanya memakai kain dengan kalung dan sanggul berjepit-jepit emas, sedang kesatria rendahan dan petugas lapangan memakai jaket dan dan kadang ada yang memakai helem.
KESATRIA MAJAPAHIT (1294M):

HELM KESATRIA JAMAN MAJAPAHIT:
(Hiasan Kepala Menak Jingga)

PRAJURIT BERKUDA DENGAN ARMOUR/BAJU ZIRAH JAWA ABAD XV S/D ABAD XVII
Prajurit Jawa abad XV-XVII (Masa Kerajaan Demak sampai Dengan Mataram Islam)sebagian besar menggunakan Kre-sisik ( Armor sisik dari tanduk) sedangkan Kre-waja(Baju Besi /Armor besi tanpa lengan) dipakai kaum elit Militer.

Sumber:
http://books.google.co.id/books?id=aY-ohLcYdhQC&printsec=frontcover&dq=nusantara&hl=id&ei=YqekTKGBPISOvQPHhJGWDQ&sa=X&oi=book_result&ct=result&resnum=1&ved=0CCUQ6AEwAA#v=onepage&q&f=false

Sumber:
http://huis.marktplaza.nl/overige/Decoratief-Javaans-harnas-Global-Den-Bosch-16840781.htm
BAJU ZIRAH TANPA LENGAN DAN HELM DARI KERATON SOLO:
Sumber:
http://bondanphotos.blogspot.com/2009/03/ber-nostalgia-di-kota-solo.html

PRAJURIT ABAD XVIII
Pada Abad XVIII penggunaan senapan sudah sangat meluas, sehingga baju besi tidak berguna sama-sekali bahkan mengurangi kecepatan gerak.
Gambar Untung Surapati bergabung dengan Pasukan Kartasura dengan seragam Keraton Kartasura sedang menusuk Kapten Tack:
WAYANG PRAJURIT JAWA (Untung Surapati):

PRAJURIT KESULTANAN YOGYAKARTA:

UPACARA DI KERATON SOLO:
bagus. kita sama sama pecinta wayang. mari kita lestarikan.
BalasHapus